|
Ahmadinejad: Teror 11 September Bohong Besar |
|
|
|
|
VIVAnews - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Kali ini dia menilai bahwa Tragedi 11 September adalah "bohong besar" dan menjadi alasan bagi Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan perang atas teror.
"11 September itu merupakan suatu kebohongan besar dan menjadi alasan bagi perang melawan teror dan pembuka invasi ke Afganistan," kata Ahmadinejad merujuk kepada rangkaian serangan teroris di dua kota AS pada 11 September 2001, yang menghancurkan kompleks menara kembar World Trade Center di New York dan merusak sebagian kantor Departemen Pertahanan (Pentagon).
Pernyataan Ahmadinejad itu dilontarkan dalam pidato di depan para pimpinan dan staf Kementrian Intelijen Iran, Sabtu 6 Maret 2010. Menurut Ahmadinejad, serangan yang kabarnya menewaskan sekitar 3.000 orang itu merupakan "skenario dan perbuatan intelijen yang rumit."
Sebenarnya Ahmadinejad sudah beberapa kali mempertanyakan kesahihan pernyataan pemerintah AS dalam menanggapi serangan teror 11 September. Namun, baru kali ini dia menyebut tragedi itu "kebohongan besar."
Dia juga mempertanyakan identitas para korban yang tewas akibat serangan itu. Menurut Ahmadinejad, Amerika tidak pernah mempublikasikan nama-nama korban. Padahal, dalam suatu acara peringatan tragedi itu di New York pada 2007, pengisi acara secara lantang menyebutkan nama 2.750 korban yang tewas.
Pernyataan keras Ahmadinejad yang dikutip stasiun televisi Press TV itu muncul di tengah memanasnya konflik diplomatik Iran dengan negara-negara Barat pimpinan AS. Mereka kian curiga bahwa Iran kini tengah membuat hulu ledak nuklir sehingga harus dihentikan. Namun, Iran selalu membantah sembari menyatakan bahwa teknologi nuklir yang mereka kembangkan hanya untuk kepentingan damai sehingga boleh distop.
Sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari pejabat AS atas penilaian terbaru Ahmadinejad mengenai tragedi 11 September itu. (Associated Press)
|