|
RICHARD MATTHEW STALLMAN pendiri Gerakan Perangkat Lunak Bebas yang juga penulis GNU General Public License (GPL) siap membantu pemerintah Indonesia mengembangkan perangkat lunak bebas, utamanya di dunia pendidikan. Hal ini disampaikannya pada suarasurabaya.net di sela cangkrukan bersama anggota Kelompok Linux Arek Suroboyo di Hi-Tech Mall, Selasa (10/11).
Menurut STALLMAN, untuk memulai langkah membebaskan seluruh perangkat lunak, bisa dimulai di dunia pendidikan dan pemerintahan negara lah yang bisa memulainya. “Inisiatif harus datang dari pemerintah negara ini jika mereka ingin serius memulai membebaskan perangkat lunak di negeri ini,” kata STALLMAN.
Sejumlah negara, kata dia, sudah memulai inisiatifnya memulai Gerakan Perangkat Lunak Bebas. Diantaranya adalah Ekuador. Tiga tahun lalu, kata dia, RAFAEL CORREA Presiden Ekuador telah memulai inisiatifnya untuk mengembangkan perangkat lunak bebas di negerinya. “Saya diundang untuk bertemu dan pembicaraan kita sudah mendapatkan hasil yang baik,” kata dia.
Sejumlah kendala yang sempat mengemuka sebelum dilaksanakannya pembebasan perangkat lunak di Ekuador, kata STALLMAN, juga sudah diatasi. Diantaranya adalah tentang kepastian dukungan, pelatihan, kustomisasi, integrasi atau sertifikasi perangkat lunak. Semua itu, ujarnya, bisa didapatkan dalam komunitas open source dan bisa didapatkan secara gratis. Bahkan, pemerintah bersama komunitas pengguna perangkat lunak bebas juga bisa bekerjasama mengembangkan proyek ini di sekolah-sekolah.
Ada banyak keuntungan yang bisa didapat dari penggunaan perangkat lunak bebas, terutama di dunia pendidikan. Diantaranya, kata STALLMAN adalah adanya kebebasan dalam menggunakan, mempelajari, mengubah, menyalin atau menjual sebuah perangkat lunak. Selain menguntungkan dari sisi finansial, penggunaan perangkat lunak bebas juga bisa mendorong kreatifitas dalam mengembangkan suatu program.
RICHARD MATTHEW STALLMAN (56) dikenal sebagai peretas kelas kakap. Karir di bidang komputer dimulai saat ia masih SMA. Pada tahun pertama kuliah di Harvard University, ia sudah direkrut di MIT Artificial Intelligence Laboratory. Ia pun terlibat dalam sejumlah proyek pengembangan program, diantaranya yang dibiayai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Di tahun 1977, dia berhasil membuat program untuk meretas password dalam sistem komputer.
Awal 1980-an, terjadi perubahan besar dalam cara berpikir STALLMAN. Akibat keluarnya Copyright Act di tahun 1976 yang memperbolehkan perusahaan perangkat lunak tidak menyebarkan kode sumbernya. Pada tahun 1983, STALLMAN menyerukan Gerakan Perangkat Lunak Bebas melalui Proyek GNU.
Mengutip Wikipedia, gerakan yang dikategorikan dalam gerakan sosial baru ini percaya bahwa semua pengguna perangkat lunak harus mendapatkan kebebasan seperti yang tercantum dalam definisi perangkat lunak bebas. Mereka juga percaya bahwa tidaklah bermoral untuk melarang atau mencegah orang untuk mendapatkan kebebasan yang dibutuhkan untuk menciptakan masyarakat dimana para anggotanya saling membantu satu sama lain, dan untuk mendapatkan kontrol atas komputernya.(edy)
|